Selasa, 21 November 2017

атмосферата

Halo! Perkenalkan namaku Atmosfer. Aku tinggal di sebuah apartemen di kawasan Bumi. Yup! Aku tinggal disini sudah 4 tahun lamanya. Aku menetap disini untuk melanjutkan pendidikanku yaitu sebagai seorang mahasiswa. Aku mengambil jurusan astronomi. Aku mengambil jurusan ini karena aku senang sekali mempelajari berbagai macam hal mengenai bintang! Oke mari kita pindah ke lain hal. Kali ini aku akan membahas para tetanggaku di apartamen.

Di lantai troposfer kau akan menemukan teman-teman seperjuanganku. Karena di lantai troposfer inilah teman-temanku tinggal. Petir, Angin dan Hujan nama mereka. Petir mengambil jurusan psikologi, Angin jurusan musik dan Hujan sama denganku yaitu jurusan astronomi.

Di lantai stratosfer kau akan menemukan Nyonya Ultra Violet. Yaa dari nama saja sudah memiliki arti warna ungu maka jangan kaget kalau lantai ini dipenuhi dengan pernak pernik warna ungu. Nyonya Violet merupakan seorang janda yang baik hati. Beliau telah ditinggal sang suami yang meninggal 2 tahun silam. Dengan kepergian suaminya, kini Nyonya Violet menganggap kita seperti anaknya sendiri. Kebetulan, beliau tidak mempunyai anak. Yaa hitung-hitung lumayan ada yang bisa mengawasi dan menjaga kita.

Di lantai mesosfer kau akan menemukan ruangan yang sangat besar. Karena lantai ini berisi ruangan serbaguna yang biasanya kita pakai untuk pesta barbeque. Biasanya tiap akhir tahun kami semua akan merayakannya bersama-sama disini. Kita akan masak barbeque disini dan membawanya ke atas.

Tibalah kita di lantai paling atas! Lantai ini bernama lantai troposfer. Lantai ini merupakan rooftop dari apartemen ini. Disini kita bisa melihat pelangi, aurora atau kembang api saat perayaan tahun baru. Yup! Seperti yang aku bilang tadi, biasanya kita akan memasak barbeque di lantai mesosfer kemudian membawanya kesini untuk menikmati pemandangan kembang api bersama.


Sekian ceritaku kali ini. Sampai bertemu-temu di lain kesempatan ya. Selanjutnya aku akan membahas tentang keseharianku sebagai mahasiswa! Sampai jumpaa

Jumat, 17 November 2017

Semeĭstvo

Semeĭstvo a.k.a familie a.k.a keluarga

Yup! Akhirnya kali ini gue baru sempet membahas tentang keluarga gue. Bokap gue namanya Leonardo Rimba Andi Lolo biasa dipanggil Rimba. Kenapa Rimba? Jadi setau gue, dulu opa gue sempet bisnis furnitur terutama furnitur yang terbuat dari kayu. Semua saudara bokap gue namanya berasal dari nama pohon contohnya Eboni. Kok bokap gue bukan nama pohon? Soalnya bokap gue anak bungsu, mungkin opa oma gue udah gak punya ide lagi akhirnya bokap gue dinamakan Rimba dimana pohon-pohon itu berada wkwk. Gimana gak punya ide, bokap gue 9 bersaudara soalnya hahaha.

Nyokap gue namanya Apolonia Rosmawati Pakanan. Berasa gak asing gak sih denger kata "Apolo?" Yup! Nyokap gue sengaja dinamain Apolo karena waktu dia lahir bertepatan dengan mendaratnya apollo dibulan (?) pokoknya ada hubungannya deh sama apollo. Kalau nyokap gue cuma 4 bersaudara kok jadi kakek nenek gue masih punya banyak ide untuk menamakan anak mereka.

Terakhir adalah adek gue. Gue punya 1 adek yang punya nama gak kalah panjang dari gue yaitu Hedwig Plarevia Datu Andi Lolo. Eitss, adek gue juga punya arti tersendiri. Kata Plarevia sendiri berasal dari Plasenta Previa. Apa sih itu? Jadi adek gue waktu mau lahir tuh harus di caesar karena posisi dia yang membelakangi tempat dia seharusnya keluar. Nah hal semacam itu tuh di dunia kedokteran dinamakan Plasenta Previa. Untuk detail lebih lanjut bisa cek google ya wkwk.

Sekian pembahasan tentang keluarga gue, jujur setelah ngebahas ini gue jadi lebih tau tentang arti nama mereka wkwk. Sampai jumpa!

Kamis, 16 November 2017

Ne amuza

Pengalaman yang tidak menyenangkan disekolah

Hmm menurut gue sampai saat ini belum ada sih pengalaman yang bener2 gak menyenangkan sampai sampai hal itu berbekas dihati maupun pikiran gue. Tapi selama gue di Sanur gue cukup merasa terbebani dengan semua tugas dan ulangan. Belum lagi gue jadi anak mb jadi harus latihan yang cukup biar mbnya bisa bagus juga. Selain itu kemaren gue sempat ikut Musikal Petualangan Sherina jadi waktu yang gue punya untuk ngerjain tugas dan ulangan sangat sangat minim. Bahkan kejadian “kurang tidur” alias begadang adalah rutinitas gue setiap hari.

Yaa dari sini jujur aja perkembangan dan pertumbuhan anak jadi kurang karena pada usia kita saat ini, kita juga butuh tidur yang cukup. Hal ini bisa semakin parah jika kita gak didukung dengan makanan yang bergizi. Bahkan kalau udah asik belajar, bisa sampe lupa makan.

Tapi dari sebuah pengalaman pasti ada sisi positifnya dong. Disini gue belajar gimana sih atur waktu yang tepat sehingga gue bisa mengerjakan semuanya dengan cepat dan efisien. Karena hal ini sangat dibutuhkan waktu kuliah nanti. Misalnya saja kemaren gue ikut open house salah satu fakultas di universitas negeri yang namanya udah terkenal di seluruh Indonesia. Disana si mentor menjelaskan bahwa nantinya di universitas kita akan mendapat banyak tugas serta quiz yang bisa dilakukan tiap pertemuannya. Saat mendengar hal ini jujur saya merasa biasa saja karena saya telah melakukannya di sekolah. Sedangkan teman teman lain yang sekolahnya bukan dari Sanur, merasa shock dan panik. Jadi dari sini saya juga bersyukur sudah terbiasa untuk mengerjakan banyak hal dengan waktu yang minim namu hasilnya pun maksimal.

Rabu, 08 November 2017

Prìobhaideach

Ya setelah lama menulis, akhirnya pada tulisan kali ini gue akan memperkenalkan diri gue secara benar hehe.

Nama lengkap gue Lidwina Goldenia Sirande Andi Lolo, biasa dipanggil Wina. Ya, gue tau nama gue panjang tapi percayalah ada anak yang namanya jauh lebih panjang dari gue. Gue lahir di Makassar tanggal 13 Agustus 2000, kurang lebih pukul 08.00 WITA. Yap lengkap sekali ya padahal gak penting ini hehe. Jujur gue awalnya minder sih waktu ditanya lahir dimana. Yang lain lahir di Jakarta bahkan ada yang lahir di luar negeri sedangkan gue lahir di Makassar. Tapi sekarang gue merasa biasa aja, karena kenapa gak?? Gue gak bisa juga kan milih mau lahir dimana hehe.

Gue dari TK - SMP kelas 7 tinggal di sebuah kota kecil bernama Sorowako. Yaa kalian bisa google sendiri lah ya. Sorowako merupakan sebuah kota kecil yang dibentuk oleh PT. INCO sebagai sebuah areal pertambangan nikel. Disana juga telah disediakan perumahan beserta perabot-perabotnya, sekolah dan rumah sakit. Pokoknya lengkap deh dan yang paling penting semuanya GRATIS! Hahahah. Jadi selama kurang lebih 13 tahun hidup gue, gue kalau ke rumah sakit gak perlu bayar, sekolah gak bayar bahkan listrik dirumah gue juga gak bayar. Itu semua karena perusahaan telah menyiapkannya untuk karyawan beserta keluarganya sehingga mereka betah bekerja disana dan tidak jauh dari keluarga.

Setiap gue cerita kalau disana gak ada mall, pasti gak ada percaya. Tapi begitulah kenyataannya, disana memang tidak ada mall atau pusat perbelanjaan. Bahkan restoran fast food pun gak ada. Kok bisa sih gue hidup 13 tahun tanpa mall?? Justru disinilah gue mendapatkan masa kecil yang sangat bahaaaaagiaaaa. Dimana gue tiap hari pulang sekolah mandi, tidur siang terus lanjut main kerumah temen saat sore hari. Terus kalau hari sabtu kita berenang bareng-bareng di danau dimana danau disana memang terkenal karena kedalamannya yang berada di posisi ke 1 di Asia Tenggara. Setelah berenang kita langsung lanjut main dirumah temen sampe malem. Yup! Karena orang tua kita sudah saling mengenal maka kita semua udah dianggep jadi anak mereka sendiri. Contohnya adalah saat gue berkunjung kerumah salah satu sahabat gue, gue disuguhin makanan yang bermacam-macam bentuk tersebut dengan alasan biar gue bisa tumbuh besar dengan cepat. Habis makan gue tidur siang, terus mandi sore dan lanjut main sampe malam. Bahkan kita pernah nginep disatu rumah dan disana kita main kartu jam 12 malem. Alhasil tetangga kiri kanan harus begadang karena kita teriak-teriak tiap kali ada yang kalah. Dan tau sendiri disana daerahnya rada sepi gitu jadi teriak dikit 5 blok bisa denger hehe.

Yaa kurang lebih itulah keseharian gue selama disana. Gue jadi bisa memahami arti sahabat lebih dalem. Ahh gue jadi terharu buat tulisan ini :"). Semoga dalam waktu dekat gue bisa kembali bertemu dengan temen-temen gue waktu kecil ya. Karena merekalah yang membuat gue berpikir dan bersyukur bahwa teman itu sangat penting dalam hidup. Bermain dan berkomunikasi bersama jauh lebih penting dibanding asik bermain gadget masing-masing.